Sunday, December 9, 2012

5 Kesalah Pahaman Tentang Bunuh Diri

Akhir akhir ini saya mendengar semakin banyak orang melakukan bunuh diri. Banyak penyebab bunuh diri. Salah satu penyebabnya adalah karena orang orang disekitarnya tidak tahu cara mencegah agar seseorang tidak sampai bunuh diri.

Orang yang bunuh diri mungkin tidak pernah meminta tolong, tetapi hal tersebut bukan berarti mereka tidak mau atau tidak ingin mendapat pertolongan. Sebagian besar orang yang bunuh diri sebenarnya tidak ingin mati, mereka hanya ingin penderitaannya atau kesusahannya berakhir.

World Health Organization (WHO), organisasi kesehatan sedunia memperkirakan bahwa ada sekitar 1 juta per tahun orang meninggal karena bunuh diri. Mengapa orang nekat mengakhiri hidupnya? Bagi kita yang tidak pernah merasakan seperti apa yang mereka rasakan, rasanya tidak masuk akal kenapa ada orang sampai bunuh diri. Orang yang bunuh diri merasa sangat menderita dan putus asa serta melihat bahwa mengakhiri hidup adalah satu satunya jalan terlepas dari penderitaan tersebut.

Bunuh diri adalah sebuah usaha orang yang sudah putus asa untuk mengatasi penderitaan yang sudah tidak tertahankannya lagi. Orang yang akan melakukan tindakan bunuh diri sudah dibutakan oleh rasa benci kepada dirinya sendiri, tidak ada harapan, tidak bisa ditolong lagi dan terisolasi, sehingga hanya melihat mengakhiri hidupnya sebagai satu satunya jalan keluar. Sebenarnya, orang yang berkeinginan untuk bunuh diri selalu merasa bingung atau ragu tentang keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. hanya saja, mereka tidak bisa melihat alternatif lain yang lebih baik.

1.Orang yang menyampaikan keinginannya untuk bunuh diri tidak pernah benar benar melakukannya.
Hampir semua orang yang membunuh dirinya sendiri telah memberikan tanda tanda atau signal bahwa mereka akan bunuh diri atau mempunyai keinginan untuk bunuh diri. Jangan anggap enteng tanda tanda tersebut. Beberapa pernyataan seperti:” Kamu akan menyesal bila aku mati”, “Aku tidak bisa lagi melihat jalan keluarnya”. Meskipun hal tersebut disampaikan sambil lalu atau secara main main, hal tersebut perlu mendapat perhatian serius karena itu merupakan tanda tanda orang yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri.

2.Setiap orang yang mencoba bunuh diri pasti telah gila. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak menderita gangguan jiwa psikotik atau gila. Mereka memang mengalami kesedihan, putus harapan, sedang berduka cita, namun keadaan stress berat atau merasakan kesakitan emasional bukan tanda seorang sakit gila.

3.Bila seseorang telah berniat bunuh diri maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Sebenarnya, meskipun seseorang sedang dalam keadaan depresi yang mendalam, perasaan mereka tentang kematian masih mendua. Kebimbangan atau keraguan antara pingin tetap hidup atau ingin mati itu terus berkecamuk sampai saat saat terakhir sebelum melakukan bunuh diri. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak ingin mati, mereka hanya ingin berhenti dari merasakan kepedihan yang sudah tidak tertahankan lagi. Dorongan hati untuk tetap hidup kadang terkalahkan dengan keinginan untuk mengakhiri kepedihan. Namun, kadang kepedihan tersebut bisa juga dikalahkan oleh dorongan hati untuk tetap hidup.

4.Orang yang berkeinginan bunuh diri adalah orang orang yang tidak mau meminta tolong. Penelitian di negara negara barat menunjukkan bahwa sekitar separuh orang yang bunuh diri telah mendatangi dokter dalam kurun 6 bulan sebelum kematiannya.

5.Bicara soal bunuh diri akan membuat orang timbul ide untuk bunuh diri. Anda tidak membuat seseorang bunuh diri hanya karena bicara soal bunuh diri. Malahan kebalikannya yang benar. Berbicara tentang masalah bunuh diri secara terbuka kepada orang yang punya niat bunuh diri merupakan salah satu cara ampuh dalam mencegah orang tersebut bunuh diri.
Sumber




No comments:

Post a Comment