Friday, December 28, 2012

10 Jenis Guitar Klasik Jarang Kamu di Lihat

Ketika kamu belajar bermain musik, barangkali gitar jadi pilihan. Ia kerap dipilih karena dianggap paling mudah. Tentu saja mudah, karena kamu memainkan gitar modern.
Pernahkah terpikir bagaimana bentuk gitar di era Dewa Apollo? Sebagaimana adanya musik yang terus berevolusi, demikian pula instrumennya. Yang dimaksud di sini, bukan gitar custom, melainkan variasi-variasi lain dari instrumen tersebut.

Tulisan ini wajib disimak, sepuluh gitar tak biasa yang benar-benar ada di berbagai negara di dunia.

1. Lute 
Dari Eropa Barat dalam era renaissance, gitar disebut dengan Lute. Ia mempunyai senar, leher gitar, dan berbentuk lonjong di bagian bawah. Lute orisinil dipercaya karya orang-orang Mesir, dengan kulit hewan sebagai cover. Tidak diketahui persisnya sejak kapan Lute dibuat dari papan kayu. Berkat pergerakan musik tahun 1900, Lute jadi sangat familiar dengan bentuk gitar modern.

2.Yueqin
Yueqin memiliki banyak nama lain: gitar bulan, moon-zither, gekkin, la ch'in, atau laqin. Ini adalah instrumen tradisional rakyat China. Seperti instrumen lain dalam daftar ini, Yueqin bagai peranakan dari Lute. Rakyat China percaya ini produk dari era dinasti Qin.

Yueqin punya empat senar, sementara yang versi modern memakai senar baja sehingga menghasilkan suara berbeda. Leher gitar dibuat tinggi dari badannya, sehingga jari tak bisa benar-benar menyentuh badan gitar.

3. Bouzouki 
Ini dia instrumen penting dalam perkembangan musik Yunani. Bouzouki lahir dari cerita mitos kontes antara Dewa Apollo dengan Marsyas di tahun ke-4 Sebelum Masehi. Sampai kini, di Yunani, Bouzouki masih dibuat oleh tangan, dari bahan kayu berkualitas dengan ukiran-ukiran indah.

4. Baglama
Saz adalah nama lain Baglama. Ia dikenal di kawasan Mediterania Timur, dan paling banyak digunakan di Turki. Kebanyakan Baglama mempunyai tujuh senar yang terbagi dalam jadi tiga. Baglama diperkirakan lahir pada abad ke-8, dimanfaatkan sebagai alat musik dalam ritual orang zaman dulu. Bahkan, Baglama diperlakukan penuh hormat seperti dicium dan diusap dulu kepalanya sebelum dimainkan.

5. Balalaika 
Asli dari Rusia, abad ke-17, Balalaika mempunyai tubuh berbentuk segitiga yang besar. Tiga senar menyertainya. Balalaikan merupakan kreasi masyarakat awam yang tak sanggup membeli sebuah Domra. Pada akhirnya, Balalaika melambangkan perjuangan kelas buruh mencapai kehidupan lebih baik.

6.Appalachian Mountain Dulcimer
Appalachian adalah penduduk asli Amerikka Serikat, tetapi Appalachian Mountain Dulcimer dikatakan buatan Irlandia dan Skotlandia di tahun 1800-an. Appalachian punya tiga sampai empat senar, dan biasanya dibuat dari kayu tua.

Instrumen ini kerap dimainkan di ruangan berukuran kecil dan tertutup, karena ruangan seperti itu mengeluarkan suara terbaik. Sampai kini, Appalachian masih digunakan di musik country.

7. Sitar 
Berterimakasihlah pada Abad Pertengahan. Sitar sudah bergaung di Pakistan, Bangladesh dan India Utara. Ketika George Harrison mengunjungi India bersama bandnya The Beatles, ia begitu tertarik pada Sitar sehingga membawanya pulang dan memakainya dalam musik The Beatles. Seketika, popularitas Sitar memuncak.

Uniknya, Sitar bisa dipasangi sampai 23 senar, tetapi hanya enam atau tujuh yang benar-benar berfungsi.

8. Tahitian Ukulele
Instrumen satu ini dijamin membuatmu ingin menggoyangkan pinggul. Dari namanya saja sudah kelihatan, ya. Sejak 1990, Tahitian Ukulele bebas diperjualbelikan. Idenya adalah menggunakan sebilah papan kayu, seutuhnya, dengan sebuah lubang kecil.

Dengan kelincahan jari warga Tahiti, satu senar saja tak ada tantangannya. Maka mereka memasang delapan sekaligus demi mendapatkan suara lebih tinggi dan tipis.

9. Kutiyapi
Dari Filipina, ini dia Kutiyapi yang punya dua senar saja. Kamu mungkin berpikir ia terlihat seperti perahu mainan, ia memang terbilang panjang. Kutiyapi dibuat dari kayu pohon nangka dan fret dari lilin, populer sebagai instrumen suku asli Filipina.

10. Ektara
Jangan salah sangka, ya, ini bukan tas. Namanya Ektara, satu senar saja cukup baginya. Ektara lahir di India, terbuat dari labu yang dikeringkan, atau bisa juga kayu atau kelapa sebagai tubuh dan potongan sebilah bambu sebagai leher. Percaya atau tidak, membunyikan instrumen ini tidak dengan memetik senar, namun meremas kedua bilah bambu. Terbayang kan, uniknya?

Tentu saja tidak mudah memainkan instrumen ini, maka yang memainkannya harus mendekatkan ke telinga, memastikan nadanya tidak salah. Ektara digunakan dalam ritual orang Hindu, menyertai mereka menggumamkan mantra-mantra. Musik daerah di India pun masih memakai instrumen ini.

No comments:

Post a Comment