Friday, January 11, 2013

4 Kasus Anggota DPR Indonesia dengan Asisten Pribadinya

4 Kasus Anggota DPR Indonesia dengan Asisten Pribadinya
Cerita anggota DPR bermasalah dengan asisten pribadi (aspri), bukanlah yang pertama terjadi pada Maureen Situmorang. Dalam beberapa kejadian, memang perselisihan itu terkait dengan masalah pidana.

Jafar Nainggolan, politikus dari Partai Demokrat, harus gigit jari karena sang aspri Maureen Situmorang menggelapkan uang dengan cara memalsukan tanda tangannya. Maureen ternyata menggelapkan dana aspirasi daerah pemilihan (Dapil).

Padahal, Maureen sudah lebih dari tiga tahun menjadi aspri anggota Komisi IV DPR itu. "Kerja sudah 3,5 tahun, bukan saudara, enggak sekampung, tapi dulu dikenalkan oleh salah seorang saudara," ujar Jafar Nainggolan.

Sebelumnya, publik juga sempat heboh dengan skandal antara anggota dewan Max Moein dengan asprinya Desi Firdiyanti. Desi mengaku mengalami pelecehan seksual.

Berikut 4 kasus antara anggota dewan dengan asprinya,dikutip dari Merdeka

1. Nurhayati Ali Assegaf
Nurhayati Ali Assegaf
Terdambakan - Kehilangan uang karena tertipu oleh asisten pribadi di DPR ternyata juga pernah dialami oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. Akibatnya, dia pun tak menerima gaji utuh selama tiga bulan.

Nurhayati bercerita, kala itu saat dia menjabat sebagai anggota DPR periode 2004-2009. Begitu percaya dengan asisten pribadinya, selama tiga bulan dia tak pernah memeriksa gajinya sebagai anggota DPR.

Kemudian, setelah berbicara dengan rekan-rekannya di DPR soal jumlah gaji yang diterima setiap bulan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini pun terkejut. Jumlah yang dia terima setiap bulan berbeda dengan rekan-rekannya.

"Saya sendiri pernah kena. Dulu. Itu waktu 2004-2009 saya tiga bulan gaji enggak ada. Saya diingatkan sama teman-teman, gaji kita segini, perasaan tidak segitu saya tanyakan ke teman-teman," kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/7).

Setelah tersadar bahwa dia tertipu oleh asisten pribadinya sendiri. Lantas, Nurhayati pun langsung memecatnya dan mengganti dengan asisten yang lebih bisa dipercaya.

"Saya baru sadar setelah 3 bulan, saya berhentikan dia," imbuhnya.

2. Jafar Nainggolan
Jafar Nainggolan
Terdambakan - Maureen Situmorang, asisten pribadi (aspri) anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Jafar Nainggolan menilep uang dengan memalsukan tanda tangan sang bos. Maureen ternyata menggelapkan dana aspirasi daerah pemilihan (Dapil).

Jafar mengatakan, kejadian itu terjadi sejak dua minggu lalu. Dia pun telah menyebarkan foto asprinya yang bernama Maureen Situmorang di sejumlah dinding DPR.

"Sejak dua minggu yang lalu, itu maksud saya ditempel supaya siapa tahu dia datang lagi ke kantor, jadi bisa waspada atau diamankan," kata Jafar, Selasa (9/7).

3. Max Moein
Max Moein
Terdambakan - Skandal anggota DPR Max Moein dengan asprinya Desi Firdiyanti sempat membuat heboh publik. Desi melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya ke Badan Kehormatan (BK) DPR.

Meski begitu, Desi tidak membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Namun, wanita mungil itu mengaku puas setelah BK memutuskan untuk memecat anggota Komisi Perbankan itu dari DPR.

"Alhamdulillah sudah terjawab. Ini membuktikan ada pelanggaran etika," kata Desi pada tahun 2008 lalu. Desi menilai pemecatan Max dapat mengembalikan nama baiknya.

4. Luthfi Hasan Ishaaq
Luthfi Hasan Ishaaq
Terdambakan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus suap quota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq terseret dalam pusaran kasus tersebut.

Nama Ahmad Zaky mencuat setelah lembaga antikorupsi menyita sejumlah mobil milik Luthfi yang diduga dibeli dengan uang haram. Namun yang membuat heboh adalah setelah menunjukan mobil-mobil tersebut, Zaky melarikan diri.

Beberapa kali dipanggil KPK, Zaky selalu mangkir. Teka-teki mengenai sosok Zaky akhirnya terungkap lewat penuturan Zainuddin Paru, penasehat hukum Luthfi Hasan Ishaaq.

"Jabatan resmi di partai enggak ada. Kalau menurut pengakuan, beliau (Ahmad Zaky) sekretarisnya Pak Luthfi," kata Zainuddin di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/5).

No comments:

Post a Comment