Friday, March 8, 2013

4 Perusahaan yang Dulu terkenal kini Menghilang

Terdambakan - Roda kehidupan terus berputar, kadang di atas kadang di bawah. Hal itu berlaku juga pada perusahaan, dulu sempat terkenal kini menghilang dari peredaran.

Bisnis dan ekonomi selalu dinamis dan terus bergerak. Jika tidak bisa bertahan menghadapi kompetisi dan perubahan zaman, bisa jadi perusahaan bisa tidak akan berkembang.

Jika sudah mentok, beberapa perusahaan ini akhirnya dijual ke pemilik baru atau merger dengan perusahaan lain, sehingga harus berganti nama. Itulah yang terjadi pada beberapa perusahaan ini.

Seperti dikutip dari CNN, beberapa perusahaan ini dulunya sempat dikenal banyak orang di dunia, namun kini gaungnya sudah tak terdengar lagi. Berikut:4 Perusahaan yang Dulu terkenal kini Menghilang

4. Gillette
Terdambakan - Pada 1901, King Gillette dan penemu lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) William Emery Nickerson membentuk sebuah perusahaan yang menjual hasil inovasi mereka berdua, pisau cukur kumis yang lebih aman.

Seketika saja banyak pria di dunia yang bisa mencukur kumis dan jenggot tanpa kesulitan dan memakai pisau yang bisa dibuang. Pada 1904, Gillette mematenkan produk tersebut dan menghasilkan kekayaan yang sangat banyak.

Produknya itu tetap dibutuhkan masyarakat dan terjual banyak, meski saat King Gillette kehilangan banyak sekali hartanya gara-gara pasar modal jatuh menjelang the Great Depression. Untungnya, Gilette masih bisa bertahan berkat produknya yang canggih tersebut.

Sayangnya, perusahaan Gilette harus menghilang di 2005 setelah P&G mengakuisisi senilai US$ 57 miliar (Rp 541 triliun). Produknya masih beredar dan tidak menghilang, bahkan banyak sekali produk turunannya untuk kaum hawa di lini 'Venus', yang menghilangnya hanya perusahaannya saja karena Gilette saat ini hanya menjadi merek produk.

3. McDonnell Douglas
Terdambakan - McDonnell Douglas adalah produsen pesawat yang sangat terkenal di AS dengan produknya F-15 Eagle dan F-18 Hornet. Sebelum merger di 1967, McDonnell dan Douglas masing-maasing sudah memproduksi pesawat temput yang dipakai di perang dunia II. Setelah merger jadi satu, perusahaan mulai memproduksi pesawa-pesawat komersial.

Sampai pada 1995, munculah persaingan hebat setelah Lockheed merger dengan Martin Marietta, menjadikannya produsen pesawat tempur yang memproduksi F-22 Raptor yang di film 'Transformers'-nya Michael Bay berubah jadi robot jahat bernama Starscream.

Keduanya berkompetisi sangat hebat dengan menghasilkan pesawat tempur model terbaru dengan inovasi dan teknologi mutakhir. Sayang, persaingan ini harus berakhir hanya dalam dua tahun.

Boeing mengakuisisi McDonnell Douglas, membuat persaingan produsen pesawat menjadi semakin sempit, yaitu hanya antara Boeing dan Airbus.

2. Rockwell International
Terdambakan - Rockwell International pernah menjadi perusahaan kaya yang menghasilkan produk-produk penting dalam sejarah Amerika Serikat (AS), seperti pesawat pembom B-25, peralatan suara untuk kebutuhan program Apollo,Gemini dan Mercury milik NASA.

Seperti pemain lain di industri yang sama, Rockwell International mulai kesulitan dapat order setelah perang dingin antara AS dan Uni Soviet (kini Russia) selesai. Boeing akhirnya mengakuisisi divisi bisnis luar angka dan pertahanan Rockwell di 1996. Perusahaan ini akhirnya benar-benar menghilang di 2001.

Dua perusahaan ada yang masih memakai nama Rockwell, yaitu produsen alat telekomunikasi Rockwell Collins dan juga Rockwell Automation, perusahaan yang dulunya bernama Allen-Bradley sebelum dibeli Rockwell International pada 1985. Rockwell Automation ini masih memproduksi alat bantu pabrik dan perangkat lunak.

1. Kodak
Terdambakan - Perusahaan ini didirikan tahun 1888 oleh George Eastman. Perusahaan bernama Eastman Kodak ini masih sangat terkenal di tahun 1980an, sampai mulai terkena kesulitan keuangan. Pada triwulan I-1983, perusahaan mengumumkan laba yang anjlok 73%.

Sebenarnya, Kodak sudah punya teknologi untuk membuat kamera digital pada 1975, tapi sengaja tidak diluncurkan dulu karena takut membunuh bisnis roll film fotonya. Sayangnya, konsumen berkata lain dan ingin kameranya serba digital sehingga akhirnya Kodak telat meluncurkan produk kamera digital.

Pada tahun 2009, Kodak menghentikan produksi roll film fotonya setelah dipasarkan selama 74 tahun. Tiga tahun kemudian, Kodak melayangkan permohonan pailit.
Sumber

No comments:

Post a Comment