Friday, March 8, 2013

5 Negara yang Menjadi Produsen Utama Karet di Dunia

Terdambakan - Kebutuhan ban di dunia terus meningkat, dan tentunya dibutuhkan pasokan bahan baku karet mentah juga terus meningkat, negara mana saja yang menjadi pemasok karet terbesar di dunia  Diungkapkan Pusat Penelitian Karet, Sinung hendratno Berikut:5 Negara yang Menjadi Produsen Utama Karet di Dunia

 5. VIETNAM
Terdambakan - Vietnam merupakan salah satu negara dengan produksi karetnya paling besar.
Berdasarkan data produksi tahun 2011 produksi karet alam vietnam mencapai 811.600 ton.
Dengan produksi tersebut, Vietnam berkontribusi 7,37% produksi karet dunia.

4. INDIA
Terdambakan - Negara Bollywood tersebut produksi karet alamnya cukup besar. 
Produksi karet India tahun 2011 mencapai 892.700 ton.

Produksi karet India berkontribusi 8,10% dari produksi karet dunia. 
Konsumsi karet alam dunia saat ini mencapai sekitar 10,94 juta ton.
 
3 MALAYSIA
Terdambakan - Produksi karet alam Malaysia menduduki produksi 3 terbesar di dunia dimana produksi karet alamnya pada 2011 mencapai 996.200 ton.  Atau kontribusi terhadap produksi karet dunia 9,04%.

Luas areal karet yang dimiliki Malaysia pada tahun 2010 mencapai 1.020.000 hektare dengan 93,7% merupakan perkebunan karet rakyat dengan produktivitas 1.450 kilogram per hektare per tahun.

2. INDONESIA

Terdambakan - Produksi karet alam Indonesia pada 2011 merupakan terbesar ke dua di dunia yakni mencapai 2.982.000 ton. Dimana konribusinya terhadap produksi karet dunia mencapai 27,06%.

Indonesia memiliki luas area karet mencapai 3.445.000 hekatare dengan 85% merupakan perkebunan karet rakyat Namun produktivitas Indonesia masih lemah yakni hanya 986 kg per hektare per tahun.

1.THAILAND

Terdambakan - Produksi karet alam negeri gajah putih tersebut mencapai 3.393.800 pada 2011.
Produksi karet alam Thailand merupakan produksi paling besar di dunia saat ini dimana pada 2011 persentase produksi karet Thailand terhadap produksi karet dunia mencapai 30,80%.
Hampir 70% karet alam digunakan sebagai bahan baku industri ban.

No comments:

Post a Comment