Monday, February 4, 2013

5 Penemuan Terbaru Dibidang Sains yang Menyangkut Negara Indonesia

Terdambakan - Apa yang membuat Indonesia bisa dikatakan “wow” di tahun 2012? Salah satunya adalah temuan, inovasi, ataupun keterlibatan ilmuwan Indonesia dalam penelitian yang hasilnya diakui dunia internasional.

Pada tahun 2012, beberapa ilmuwan Indonesia berhasil memberikan sumbangan terbaik dalam ilmu pengetahuan. Setidaknya, ada lima temuan, inovasi, dan keterlibatan ilmuwan Indonesia yang membanggakan. Apa saja?

1. Temuan Tata Surya Tertua

Terdambakan - Astronom Indonesia yang sempat berkarya lebih dari 10 tahun di Max Planck Institute for Astronomy, Heidelberg, Jerman, Johny Setiawan, menemukan tata surya tertua, berusia 12,8 miliar tahun, hanya 900 juta tahun lebih muda dari Big Bang.

Induk tata surya tersebut adalah bintang bernama HIP 11952 atau Sannatana (bahasa Sansekerta, berarti purba).
Terdambakan - Tata surya tersebut diketahui memiliki dua planet, masing-masing dinamai HIP 11952 b dan HIP 11952 c. Kedua planet adalah jenis planet gas raksasa.

Tata surya ini bisa dikatakan anomali. Kandungan logam pada bintang induk tata surya ini hanya 1 persen kandungan logam Matahari.

Anggapan selama ini hanya bintang dengan kandungan logam tinggi yang bisa memiliki planet. Temuan ini menunjukkan planet yang mengorbit bintang miskin logam mungkin umum.

Pada Juni 2005, kelompok astronom Eropa dan Brasil di bawah pimpinannya juga berhasil menemukan sebuah planet luar surya yang diberi nama HD 11977 b.

Salah satu penemuan berikutnya adalah sebuah planet yang mengitari sebuah bintang yang sangat muda, bernama TW Hydrae. Penemuan ini dipublikasikan di Nature, vol. 451, 38 (2008).

Planet tersebut masih dalam piringan cakram debu dan gas yang mengelilingi bintang induknya. Contoh penemuannya yang lain adalah HIP 13044 b, HD 47536 c, HD 110014 b, HD 110014 c, HD 11977 b, dan HD 70573 b. Selain itu ia juga penemu Planet Alien “HIP 13044b”.

2. UAV Terbesar di Asia Berhasil Terbang Perdana 

Terdambakan - Pesawat tanpa awak atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) terbesar di Asia, Josaphat Laboratory Large Scale Experimental Unmanned Aerial Vehicle (JX-1), berhasil dikembangkan oleh ilmuwan Indonesia, Josaphat “tetuko” Sri Sumantyo.

Pengembangan dilakukan di Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL), Chiba University, Jepang.

JX-1 memiliki keunggulan sebab ukurannya sebesar 6 meter dan punya payload sensor hingga 30 kg.

Ruang besar pada UAV dipersiapkan untuk menampung beragam macam sensor.
JX-1 juga unggul sebab dirancang tembus gelombang mikro dengan material badan pesawat berkarakteristik mendekati udara.

UAV ini berhasil diterbangkan perdana pada 7 Juni 2012 di Fujikawa Airfield. UAV ini nantinya akan menjadi tulang punggung riset penginderaan jauh. Malaysia dan Jepang sudah meminati teknologi ini.
 
3. Ilmuwan Indonesia Memburu Partikel Tuhan
Terdambakan - Salah satu lompatan terbesar dalam fisika partikel pada tahun 2012 adalah penemuan partikel yang “mirip” Higgs Boson (partikel Tuhan).

Penemuan oleh Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) ini diumumkan pada 4 Juli 2012 di Jenewa, Swiss.

Ilmuwan Indonesia, Suharyo Sumowidagdo, ternyata juga terlibat perburuan Higgs Boson.

Ia terlibat dalam pengoperasian dan pemeliharaan detektor muon pada eksperimen Compact Muon Solenoid (CMS), salah satu eksperimen CERN untuk membuktikan eksistensi Higgs Boson.

Haryo adalah satu di antara segelintir fisikawan Indonesia yang menekuni fisika eksperimental. Lain dengan fisika teoretik, fisika eksperimental berupaya mencari keberadaan suatu partikel yang sudah dirumuskan dalam suatu teori.


4. Bayi Badak Sumatera “Andatu” Lahir 
Terdambakan - Indonesia punya prestasi dalam pembiakan badak Sumatera pada tahun 2012, yaitu bdak Sumatera bernama Andatu akhirnya berhasil dilahirkan.

Andatu dilahirkan dari pasangan badak jantan bernama Andalas yang berasal Kebun Binatang Cincinati, dengan badak Sumatera betina dari Lampung, yang bernama Ratu.

Keberhasilan pembiakan badak Sumatera telah ditunggu dunia selama 124 tahun.

Badak Andalas selanjutnya akan dikawinkan lagi dengan dua badak betina lainnya. Keberhasilan konservasi badak Jawa selanjutnya ditunggu.

5. Indonesia Nenek Moyang Penduduk Madagaskar
Terdambakan - Hasil studi Murray Coz dari Massey University di Selandia Baru mengungkap bahwa perempuan Indonesia adalah nenek moyang penduduk Madagaskar. Studi ini dipublikasikan di jurnal Proceeding of the Royal Society B, 21 Maret 2012.

Kesimpulan diperoleh berdasarkan hasil studi DNA dari 2.745 orang Indonesia dari 12 kepulauan serta 266 etnis Malagasi.

Data dari Lembaga Biology Molekuler Eijkman di Indonesia turut mendukung studi ini. Sejak lama, Indonesia diduga memiliki keterkaitan dengan Madagaskar.

Dari sisi bahasa, memang bahasa di Madagaskar mirip dengan bahasa Dayak Ma’anyan. Temuan ini membuat proses kolonisasi Madagaskar harus perlu dipikirkan kembali. (kompas)
Sumber

No comments:

Post a Comment